Sejarah Desa Banyusangka

Banyusangka merupakan desa yang berada pada naungan kecamatan Tanjung bumi, desa ini bersahabat dengan pesisir, sumber penghasilannya pun bergantung dari laut, awal nama desa Banyusangka berawal dari sebuah awak perahu layar yang sedang kekurangan air untuk minum. Kemudian awak perahu layar tersebut sudah berlabuh ke beberapa pulau untuk mencari air tawar tetapi tidak mendapatkannya.

Study Club IT

Pembelajaran IT ini kami laksanakan di SDN Banyusangka 1 setiap hari Rabu atau satu Minggu sekali. Dengan adanya pembelajaran ini diharapkan siswa dapat memahami dasar perangkat keras dari komputer dan mampu mengoperasikan Microsoft Word.

Sarana dan Prasarana Untuk Nelayan

Sebagai desa yang berada di pesisir laut, mata pencaharian nelayan adalah hal yang sangatlah wajar. Dengan demikian sarana dan prasarana untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan beberapa fasilitas penunjang unutk nelayan. Desa banyusangka juga termasuk salah satu pemasok ikan terbesar di Kabupaten Bangkalan. Beberapa fasilitas yang menunjang untuk ketentraman nelayan antara lain TPI , SPBU AKR dan pelabuhan pendaratan ikan tipe D.

Sunday, January 12, 2020

Serunya Perlombaan bersama anak-anak Banyusangka


Pengabdian Masyarakat UTM kelompok 15 mengadakan perlombaan di desa Banyusangka bersama anak-anak sekitar. Perlombaan bertempat dibalai pada minggu pagi 05 januari 2020. Perlombaan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa solidaritas antar anak di desa Banyusangka.
Perlombaan terdiri dari 4 lomba yakni : lomba makan krupuk, lomba kelereng, lomba memindahkan karet dengan sedotan, dan lomba memasukan paku dalam botol. Kegiatan ini berlangsung seri dengan antusiasme anak – anak desa Banyusangka yang begitu besar. Semua peserta mengasah ketangkasan, konsentrasi, kecepatan, kerjasama antar kelompok untuk dapat memenangkan setiap permainan.
kegiatan berjalan dengan lancar dan berlangsung seharian. hadiah diberikan pada hari itu juga agar euforia perlombaan tetap terasa saat hadiah dibagikan. Abdimas 15 UTM berharap kegiatan ini dapat dikenang oleh anak-anak di desa banyusangka.

PAMERAN DARING/DISEMINASI ONLINE


KRUKOL ( KRUPUK TONGKOL)
a.       Deskripsi kegiatan
Kegiatan ini dilakukan agar potensi yang dimiliki oleh Desa Banyusangka dapat di kelola dengan baik. Desa Banyusangka memiliki potensi ikan Laut dan mayoritas penduduknya 90% adalah sebagai nelayan. Dengan ini klompok KKN 15 mengajak warga Desa Banyusangka untuk memanfaatkan sebagian tangkapan ikan laut yang biasanya langsung dijual segar kita manfaatkan untuk diolah menjadi sebuah produk yaitu KRUKOL (Kerupuk Tongkol) dengan tujuan untuk memiliki nilai jual yang tinggi.
b.      Uraian kegiatan
Melalui kegiatan ini diharapkan warga dapat mempunyai pendapatan tambahan untuk hidup yang lebih sejahtera. Untuk pembuatan krupuk tongkol yang pertama kita siapkan bahan-bahan antara lain tepung trigu, tepung beras, ikan tongkol, bawang putih dan garam. Kemudian kita haluskan ikan, bawang putih, garam dan tambah sedikit air dengan cara di uleg atau diblender, setelah itu kita tuang ke ember yg sudah ada tepung trigu dan tepung beras kemudian tambahin air terus diaduk rata menjadi adonan, kemudian siapkan alat-alat loyang, empreng, kemudian masak air sampe mendidih terus tuang adonan diloyang kemudian diriskan diatas air mendidih sekitar 30 detik kemudian angkat dan ambil adonan yang sudah jadi krupuk basah kemudian dipotong-potong terus dikeringkan seharian setelah kering tinggal dibungkus dan siap dipasarkan.
c.       Manfaat kegiatan
1)      Menumbuhkan kesadaran masyarakat desa Banyusangka untuk lebih kreatif dalam mengolah potensi ikan laut seperti dijadikan sebuah produk.
d.      Hasil yang didapatkan
1)      Hasil dari kegiatan ini yaitu terwujudnya sebuah produk Krupuk Tongkol yang bisa dilanjutkan warga Desa Banyusangka.
e.       Dampak yang timbul dari kegiatan
1)      Terciptanya produk Kerupuk Tongkol.
2)      Terciptanya motivasi kreatifitas masyarakat dalam mengelola ikan laut.
f.       Hambatan/kendala
Adanya hujan jadi pengeringan krupuk terhambat.
g.      Solusi
Membuat krupuk lebih tipis dan lebih pagi buatnya biar cepat kering.
h.      Ketercapaiatn atas target yang telah direncanakan
Program kerja pengembangan desa mulai tanggal 20 Desember 2019. Program ini dilakukan oleh anggota KKN kelompok 15 dan diikuti oleh ibu-ibu warga setempat. Target dari kegiatan ini yaitu menciptakan produk dari potensi desa Banyusangka yaitu ikan laut menjadi Kerupuk Tongkol. Dengan tercapainya produk Krupuk Tongkol diharapkan dapat memotivasi warga Desa Banyusangka untuk lebih kreatif dalam mengolah potensi desanya.

Proses pembuatan krupuk :
  





    

Sunday, January 5, 2020

Penghijauan dan Memperindah: Cantiknya Gang Masjid Desa Banyusangka



Pengabdian Masyarakat UTM kelompok 15 melakukan penghijauan dan memperindah salah satu gang di desa Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat 27 Desember 2019. Diikuti oleh semua mahasiswa Pengabdian Masyarakat UTM kelompok 15 dibantu oleh warga sekitar dan peserta didik.

Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan menjaga lingkungan di sekitarnya khususnya di desa Banyusangka kecamatan Tanjung Bumi. Penghijauan dan menghias gang dilakukan di salah satu gang di desa Banyusangka yaitu di gang masjid At-Taqwa. Pemilihan lokasi tersebut karena warga di daerah tersebut cukup sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sehingga gang tersebut dijadikan percontohan agar di gang lain dapat meniru kegiatan tersebut.

Penghijauan sendiri dilakukan dengan cara menanam tanaman jenis krokot dan bunga pukul 8 di botol bekas yang nantinya digantung pada tembok warga. Pemilihan tanaman didasarkan karena dua tanaman tersebut tidak terlalu membutuhkan air, sehingga perawatannya sangat mudah. Kegiatan ini juga mengikutsertakan para peserta didik yang bersekolah di SD desa Banyusangka. hal tersebut untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan serta adanya rasa untuk menjaga alam ataupun lingkungan disekitar pada peserta didik desa Banyusangka.

Memperindah gang dilakukan dengan pengecatan di sepanjang gang masjid At-Taqwa. Pengecatan dilakukan untuk lebih menarik daya tarik pada gang, sehingga selain penghijauan, terdapat warna-warni yang menghias disekitar pohon yang ditanam dalam botol. Para Mahasiswa UTM mengajak warga dan peserta didik untuk ikut berkreasi dalam kegiatan pengecatan.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung seru, meng-asikan, dan tentunya mengedukasi setiap peserta yang ikut. Pengabdian Masyarakat UTM Kelompok 15 berharap kegiatan ini dapat menular ke gang-gang lainnya didesa Banyusangka. Kebiasaan memanfaatkan barang bekas dan menciptakan lingkungan bersih semoga dapat terus berlangsung untuk kedepannya.