Monday, January 29, 2018

Petis Ikan Pindang Banyusangka


     Madura merupakan salah satu pulau penghasil petis yang cukup terkenal. Warga yang tinggal di daerah pesisir juga sering membuat petis sendiri. Namun jenis petis ini merupakan petis ikan asli. Biasanya hanya diberi campuran sedikit garam. Petis ini diproduksi di beberapa tempat, salah satunya di desa Banyusangka kecamatan Tanjung Bumi. Petis yang ada di desa Banyusangka merupakan petis yang terbuat dari sari ikan pindang dan petis ini merupakan produksi rumahan, artinya produksi ini dibuat hanya dalam skala kecil dan dibuat di beberapa rumah warga desa Banyusangka yang memiliki keahlian dalam membuat petis. Biasanya, warga yang memproduksi petis di desa Banyusangka masih menggunakan cara dan peralatan yang sangat sederhana. Proses pemanasan petis ini masih menggunakan tungku api, dan biasanya dipanaskan sekitar 12 jam hingga adonan mengental menjadi petis yang sering kita jumpai. Jika proses pengentalan ini melebihi waktu normal, petis akan bertekstur sangat keras, sehingga mengurangi cita rasa petis. 

    Petis biasanya digunakan sebagai bahan atau bumbu rujak. Baik itu rujak lontong, rujak krupuk, maupun rujak buah. Apalagi pada saat musim mangga, para penjual petis akan dikunjungi banyak konsumen sebab setiap musim buah seperti Mangga, Kedongdong, Belimbing, masyarakat Madura akan rujak bersama hampir setiap hari tak terkecuali warga desa Banyusangka yang banyak menyukai rujak. 

    Petis Madura terkenal dengan rasanya yang asin dan sedikit manis, teksturnya yang kenyal, dan tidak terlalu beraroma amis. Kecuali petis tersebut asli petis ikan tanpa campuran apa pun. Bahan-bahan pembuatan petis Madura sebenarnya diangkat dari pulau Jawa, namun diolah oleh asli orang Madura dengan menggunakan resep asli Madura, dan dipasarkan di Madura. Meski demikian,  Bagi Anda orang luar pulau Madura yang ingin merasakan petis Madura, bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional dan toko-toko kecil.


0 komentar:

Post a Comment