Thursday, January 25, 2018

Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

     Sampah merupakan suatu permasalahan yang selalu ada di lingkungan sekitar. Begitu juga permasalahan sampah tersebut terdapat di desa Banyusangka yang belum bisa di atasi. Salah satu upaya kecil yang di lakukan aparat desa Banyusangka kecamatan Tanjungbumi kabupaten Bangkalan melalui BumDes ( Badan Usaha Milik Desa) dan Karang Taruna bergerak di bidang pengolahan sampah di Banyusangka. Dengan metode pengambilan sampah ditiap rumah-rumah dengan imbalan Rp. 10.000 /minggu.

        Hal itu dirasa belum cukup mengatasi permasalahan yang ada, karena pihak Karang Taruna dan BumDes belum bisa mengolahnya menjadi bahan tepat guna dan hanya ditumpuk di TPA. Salah satu upaya menanggulangi terus bertambahnya tumpukan sampah yang dihasilkan dengan mengolah limbah sampah yang dapat digunakan menjadi bahan tepat guna yakni dengan  pembuatan pupuk kompos dari limbah sampah organik tersebut. 

   Pupuk kompos  adalah salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik seperti tanaman maupun hewan. Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik yaitu melibatkan oksigen dan anaerobik atau tanpa menggunakan oksigen di dalam prosesnya. Proses dekomposisi atau penguraian inilah yang menjadikannya disebut sebagai pupuk kompos.
   Bahan organik yang didapat berasal  dari sampah rumah tangga, yakni sisa-sisa sayur dan makanan yang sudah tidak dapat diolah.
  Dengan menggunakan media Komposter diharapkan masyarakat di desa Banyusangka dapat memilah secara mandiri sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang tidak digunakan bisa langsung dimasukan  ke alat komposter untuk proses pengomposan. 

  Proses pengomposan memerlukan waktu sekitar 3-4 minggu untuk menjadi kompos siap pakai. Serta memerlukan beberapa bahan tambahan sebagai perangsang untuk mempercepat pengomposan seperti EM4, dedak/bekatul, dan larutan gula merah. Hasil dari alat komposter tersebut dapat menghasilkan pupuk kompos padat, dan juga kompos cair yang dapat  digunakan langsung oleh masyarakat khusunya masyarakat desa Banyusangka. 



0 komentar:

Post a Comment