Friday, August 5, 2016

4G LITE Metode Pembelajaran Yang Menyenangkan

Pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode 4G LTE dimulai dari proses pengenalan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional yang merupakan salah satu dari banyak wawasan yang diterapkan dalam dunia kerja dan wirausaha. Selain itu, pentingnya wawasan Bahasa Inggris yang luas merupakan model utama seseorang untuk dapat bersaing di era globalisasi dan kemajuan zaman yang akan datang. Selain itu, melihat proses pembelajaran Bahasa Inggris cenderung masih berlangsung secara konvensional yang didominasi oleh guru tanpa melibatkan anak. Hal ini dapat menjadikan anak pasif dan mereka belum mampu menguasai skill berbahasa Inggris yang baik.
Pelatihan Bahasa Inggris menggunakan metode 4G LTE ini dilakukan dua kali setiap hari Juma’t. Pelatihan yang pertama dilaksanakan pada hari jum’at, tanggal 22 Juli 2016 pukul 14.00 WIB bertempat di PAUD Al Muawiyah Desa Banyu Sangkah. Peserta pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode 4G LTE adalah 22 orang. Hari pertama, pembelajaran dilakukan dengan metode Give and Get yaitu pemateri memberikan kosa-kata dalam Bahasa Inggris didalam ruangan dan ank-anak mendapatkan pemahaman yang cepat kosa-kata benda pantai yang telah diberikan pemateri.
Latar belakang tersebut inilah membuat kami tim KKN kelompok 57 dari Universitas Trunojoyo Madura mengadakan pelatihan Bahasa Inggris dengan metode 4G LTE (Get, Give, Guide, and Go in Learning and Teaching English), sehingga diharapkan mereka mampu menumbuhkan skill bahasa internasional dan mampu bersaing di dunia kerja di era globalisasi ini.

Fokus kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode 4G LTE (Get, Give, Guide, and Go in Learning and Teaching English) kepada anak-anak desa Banyu Sangkah kecamatan Tanjung Bumi ditingkat SD sederajat, dengan alasan sebagai sasaran kegiatan yang cocok sebagai pembelajaran Bahasa Inggris sedini mungkin.

Metode pembelajaran dimulai dengan metode Get and Give, dimana kami menyampaikan materi di dalam ruangan yaitu kosa-kata Bahasa Inggris benda-benda pantai dengan metode kreatif melalui media gambar. Proses pembelajaran ini juga melibatkan pelatihan pembentukan skill anak-anak ditingkat SD sederajat Banyu Sangka kecamatan Tanjung Bumi menjadi speaker yang kompeten.
Selanjutnya, pembelajaran dilanjutkan dengan metode Guide and Go yaitu pembelajaran dengan terjun langsung ke pantai mempraktikkan kosa-kata benda yang ada dipantai, menerima kosa kata secara langsung dari wujud bendanya, dan mendapat pengalaman langsung melakukan praktik percakapan Bahasa Inggris di lapangan. Lapangan yang dituju adalah Pantai di desa Banyu Sangkah.
Tujuan dari program 4G LTE ini adalah terciptanya situasi belajar mengajar yang efektif. Menjadikan anak-anak di desa Banyu Sangka kecamatan Tanjung Bumi kabupaten Bangkalan khususnya ditingkat SD sederajat memiliki skill Bahasa Inggris yang baik dan pengalaman yang luas, dan pada akhirnya anak-anak desa tersebut akan mampu bersaing di dalam dunia kerja di era globalisasi dengan communication skill (kemampuan berkomunikasi) yang mereka miliki.

Pada saat pembelajaran Bahasa Inggri itu berlangsung, anak-anak Desa Banyu Sangkah sangat antusias karena metode pembelajaran ini adalah metode yang baru sehingga mereka lebih cepat memahami dan mengingat kosa-kata benda pantai dalam Bahasa Inggris dengan metode 4G LTE. Anak-anak Desa Banyu Sangkah dapat membuat kalimat sederhana menggunakan kosa-kata yang telah diberikan oleh pemateri. Anak-anak Desa Banyu Sangkah dapat bercerita sederhana dengan tema pantai menggunakan kosa-kata yang telah diberikan oleh pemateri. Diakhir kegiatan, mereka menanyakan apakah kita bisa melakukan pembelajaran dengan metode 4G LTE setiap hari, namun kami memberikan pemahaman bahwa kami KKN 57 mempunyai program utama yang harus dijalankan sehingga program 4G LTE ini hanya program pendukung yang bisa dijalankan setiap hari jum’at. Mereka dapat menerima dan semua kegiatan berjalan dengan lancar dan berkat bantuan teman-teman KKN yang lain kegiatan ini berjalan dengan lancar sampai selesai acara.