Sejarah Desa Banyusangkah

Banyusangka merupakan desa yang berada pada naungan kecamatan Tanjung bumi, desa ini bersahabat dengan pesisir, sumber penghasilannya pun bergantung dari laut, awal nama desa Banyusangka berawal dari sebuah awak perahu layar yang sedang kekurangan air untuk minum. Kemudian awak perahu layar tersebut sudah berlabuh ke beberapa pulau untuk mencari air tawar tetapi tidak mendapatkannya.

Stik Ikan Produk Unggulan Desa Banyusangka

Ikan yang sangat melimpah dan apabila musim harga ikan akan sangat murah sekali pada akhirnya akan menguntungkan apabila masyarakat memproduksi stik ikan yang dapat dijual kemana-mana. Dari hasil produksi dan penjualan stik ikan akan meningkatkan ekonomi masyarakat serta dapat memanfaatkan ikan yang sangat murah ketika musimnya bahkan ikan yang tidak memiliki nilai jual.

Antusias Siswa SD Terhadap Kelas Teknologi

Pelatihan teknologi dilakukan di tiga SD yaitu SDN Banyu Sangkah 1,2, dan 4. Pelatihan ini dilakukan secara kontinyuitas yaitu seminggu sekali di setiap sekolah. Pelatihan ini dilakukan selama 1,5 jam di setiap sekolah. Sasaran dari program kerja ini ditujukan kepada siswa SD kelas 6 untuk memberikan pengetahuan tentang teknologi.

Sarana dan Prasarana Untuk Nelayan

Sebagai desa yang berada di pesisir laut, mata pencaharian nelayan adalah hal yang sangatlah wajar. Dengan demikian sarana dan prasarana untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan beberapa fasilitas penunjang unutk nelayan. Desa banyusangka juga termasuk salah satu pemasok ikan terbesar di Kabupaten Bangkalan. Beberapa fasilitas yang menunjang untuk ketentraman nelayan antara lain TPI , SPBU AKR dan pelabuhan pendaratan ikan tipe D.

Wednesday, August 10, 2016

Stik Ikan Produk Unggulan Desa Banyusangka

Banyusagka merupakan salah satu desa dari 14 desa yang masuk dalam kecamatan tanjungbumi. Masyarakat didesa ini sangat bergantung pada laut karena hampir 90% dari warganya merupakan nelayan. Tidak heran jika potensi desa ini yaitu ikan. pengolahan ikan selama ini hanya di pindang, dibuat petis, diasinkan dan dijual langsung. Mengetahui hal tersebut mahasiswa KKN memanfaatkan ikan untuk dijadikan stik ikan yang nantinya akan di sosialisasikan dan dipraktekkan terhadap masyarakat.
Ikan yang sangat melimpah dan apabila musim harga ikan akan sangat murah sekali pada akhirnya akan menguntungkan apabila masyarakat memproduksi stik ikan yang dapat dijual kemana-mana. Dari hasil produksi dan penjualan stik ikan akan meningkatkan ekonomi masyarakat serta dapat memanfaatkan ikan yang sangat murah ketika musimnya bahkan ikan yang tidak memiliki nilai jual. Pelatihan pembuatan stik ikan dilaksanakan 2 kali, yang pertama dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2016 pukul 08.00 WIB bertempat di PAUD Al Muawiyah Desa Banyusangka. Yang kedua dilaksanakan pada tanggal 27 juli 2016 di kediaman kepala dusun karang laok. Tujuan diadakan pelatihan ini yaitu agar ibu-ibu bisa membuat stik ikan dan bisa menjualnya guna meningkatkan ekonomi
Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan praktik langsung. Kami menjelaskan melalui power poin yang kemudian langsung di praktekkan pada saat itu juga. Proses pembuatan stik ikan yang telah disosialisasikan dan di praktekkan terhadap masyarakat banyusangka terdiri dari 

Bahan yang diperlukan:
a. Ikan secukupnnya (sudah terpisah dari durinya dan dikukus)
b. Tepung terigu ½ Kg
c. Tepung Tapioka ¼ kg
d. Merica Bubuk ½ bungkus
e. Penyedap 1 bungkus
f. Fermipan 1 sdt
g. Garam 1 sdt
h. Mentega 100 g cairkan
i. Telur 3 butir (kuning hanya dipakai 2)
j. Aneka rasa (BBQ,Keju,Balado)

Cara Pembuatan:
1.    Blender ikan yg sudah dikukus dan terpisah dari durinya hingga halus
2.    Cairkan Mentega
3.    Campur tepung terigu, tepung tapioka, ladaku, masako, fermipan didalam wadah
4.    Masukkan ikan yang sudah di diblender
5.    Masukkan telur (dikocok terlebih dahulu) dan campur hingga merata
6.    Masukkan mentega yang sudah dicairkan
7.    Campur hingga kalis, apabila kurang air tambahkan sedikit saja, campur terus hingga padat dan kalis
8.    Pipihkan adonan sesuai ketebalan yang diinginkan, dan potong panjang-panjang menggunakan penggilis
9.    Goreng adonan hingga kuning kecoklatan
10.    Tiriskan stik yang sudah matang dan apabila sudah agak dingin beri perasa sesuai keinginan
11.    Apabila sudah benar-benar dingin stik ikan siap dikemas
12.    Pastikan benar-benar dingin ketika dikemas dan kemas hingga rapat tidak ada udara agar stik tetap renyah
13.    Stik ikan siap dihidangkan dan dipasarkan

Pelaksanaan sosialisasi dan praktek langsung ini berjalan dengan baik bahkan ibu-ibu sangat berantusias saat praktek. Dari hasil sosialisasi dan pembuatan stik ikan secara langsung, ibu-ibu banyusangka telah mengetahui bagaimana pembuatan stik ikan dan bagaimana pengemasan yang baik bahkan ada ibu-ibu yang biasa berjualan di SD dan menerima pesanan kue kering dan makanan ringan akan membuat dan menjual stik ikan ini.

Wiasat Religi Ke Makam Bujuk Jimat

Tepat Barat Laut Desa Banyusangka terdapat sebuah makam yang dianggap keramat oleh warga sekitar. Karena makam ini dianggap cikal bakal berdiri nama desa Banyusangka.. Makam ini selalu ramai dikunjungi setiap hari kamis oleh para ziarah dari luar desa. makam ini tepat berada di pinggir laut. Jadi, ketika kita berziarah ke makam suasana tenang akan kita rasakan disana.

Rujak Ontal Bikin Ketagihan


Budaya Makan Rujak merupakan budaya yang dilakukan di desa Banyusangka yang dianggap berbeda dengan budaya makan di desa lain. Tujuan budaya makan rojak ontal ini yaitu menciptakan rasa segar pada siapapun yang makan rujak, yang mana saat makan di lempar ke dalam mulut. encari rujak ontal tidaklah sulit, hampir sepanjang jalan menuju pelabuhan pendaratan ikan kita akan menemui penjual rujak ontal.
Cara makan rujak ontal ini ialah:
1.    Ambil buah yang telah di potong kecil-kecil kemudian buah diberi petis yang jadi pasangan buah,
2.    Makan buah yang teklah di kasih petis
3.    Ambil kuah rujak (berisi cabe dan kuah, masih hangat) setelah itu lempar kuah ke mulut,
Itulah penyebab masyarakat desa Banyusangkah menyebutnya rujak ontal karena ketika makan di lempar ke mulut.

Semangat Adik-Adik Dalam Mencari Ilmu

BIMBEL merupakan kependekan dari Bimbingan Belajar. Bimbingan Belajar merupakan metode yang digunakan untuk menambah waktu belajar anak-anak sehingga dapat menambah semangat belajar mereka. Dengan adanya program bimbingan belajar, anak-anak desa Banyusangkah bertambah semangat belajar. Bimbel ini berlangsung setiap hari mulai pukul 13.00 sampai pukul 14.00. Mereka yang mengikuti adalah anak- anak desa Banyusangka ditingkat SD atau sederajat. Mereka sangat antusias dalam belajar.

Antusias Siswa SD Terhadap Kelas Teknologi

Pelatihan teknologi dilakukan di tiga SD yaitu SDN Banyu Sangkah 1,2, dan 4. Pelatihan ini dilakukan secara kontinyuitas yaitu seminggu sekali di setiap sekolah. Pelatihan ini dilakukan selama 1,5 jam di setiap sekolah. Sasaran dari program kerja ini ditujukan kepada siswa SD kelas 6 untuk memberikan pengetahuan tentang teknologi.
Pelatihan teknologi di SDN Banyu sangkah 1 dan 2 dilakukan di minggu pertama yaitu pada hari Rabu, 20 Juli 2016 di SDN Banyu sangkah 1 pukul 08.00 – 09.30 WIB dan SDN Banyu sangkah 2 pukul 10.00 – 11.30 WIB. Pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang perangkat komputer (Perangkat keras, perangkat lunak) dan Microsoft Word serta cara mengaplikasikannya.
Kemudian pelaksanaan di SDN Banyu Sangkah 4 dilaksanakan pada minggu ke dua, yaitu pada hari Selasa, 26 Juli 2016 pukul 07.30 – 09.30 WIB. Pada pelatihan teknologi yang pertama siswa diajarkan tentang perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta mengenalkan Microsoft Word kepada siswa dengan cara membuat surat tidak resmi. Pelaksanaan pelatihan teknologi yang pertama berjalan dengan lancar, serta mendapat respon yang positif dari siswa. Tingkat minat  belajar siswa sangat tinggi dalam mengikuti pembelajaran di kelas serta kondisi kelas yang kondusif membuat pelatihan teknologi ini berhasil dan sukses.
Sedangkan pelatihan teknologi yang ke dua, dilaksanakan di SDN Banyu Sangkah 1 dan 2 pada hari rabu, 27 Juli 2016. Di SDN Banyu Sangkah 1 dilaksanakan pukul 08.00 – 09.30 WIB dan di SDN Banyu Sangkah 2 pukul 10.00 – 11.30 WIB. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang Microsoft Excel, rumus-rumus dalam Microsoft Excel serta mengaplikasikannya. Pada pelatihan teknologi yang kedua, siswa diajarkan tentang Microsoft Excel. Siswa diajarkan tentang membuat tabel dan mengenalkan rumus yang ada dalam Microsoft Excel seperti menghitung jumlah nilai (SUM), mencari nilai rata-rata (AVERAGE), menentukan nilai maksimal (MAX) dan minimal (MIN) serta menentukan kriteria tuntas/tidak tuntas (IF).

Ayo !!! Peduli Lingkungan Sekitar

A. Bersih-Bersih Tempat Pembuangan Sampah Umum
Manusia dan alam merupakan satu kesatuan. Hubungan dua elemen itu, seakan tak bisa lepas satu sama lain. Hubungan simbiosis keduanya pun menjadi keniscayaan. Namun dalam perkembangan manusia modern, alam seakan menjadi objek untuk meneguhkan dan meneruskan kehidupan manusia. Alam yang rusak dan sampah dimana-mana disebabkan tempat pembuangan tidak dipergunakan dan juga tidak dirawat dengan baik, berimplikasi kepada banyaknya masalah penyakit , seperti  diare, penyakit kulit, penyakit pernafasan dan penyakit lain serta bencana alam yang memakan banyak korban jiwa. Disinilah diperlukan kesadaran ekologis manusia untuk paham dengan alam. Dengan ini dapat menggugah kita peserta KKN untuk mengadakan kegiatan bersih-bersih desa khususnya mengenai tempat pembuangan sampah. Dimana kegiatan bersih-bersih ini telah dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 03 Agustus 2016 dimulai dari pukul 10.00 hingga 11.45 WIB bertempat di TPS umum yang letaknya bertepatan di belakang masjid dan bantaran sungai sekitar TPS. Kegiatan bersih-bersih ini diharapkan agar sungai yang terdapat di desa ini tidak tercemar oleh banyaknya sampah yang dibuang warga secara sembarangan. Selain itu bersih-bersih tempat pembuangan sampah umum ini dilakukan agar jalan menuju masjid yang menyebarangi sungai tidak menjadi penghalang warga untuk beribadah.

B. Bersih-bersih Masjid Attaqwa Desa Banyusangka
Kegiatan bersih-bersih masjid ini termasuk dalam rangkaian proker bersih desa yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 03 Agustus 2016 dimulai dari pukul 08.00-09.45 WIB bertempat di Masjid Attaqwa Desa Banyusangka kecamatan Tanjungbumi Bangkalan. Bersih-bersih ini dilaksanakan oleh peserta KKN dengan dibantu oleh beberapa warga desa Banyusangka.  Langkah awal yang dilakukan peserta bersih-bersih dimulai dengan membersihkan kaca jendela masjid, membersihkan tiang-tiang dilanjut dengan menyapu serta mengepel, setelah bagian dalam masjid selesai dibersihkan, peserta bersih-bersih melanjutkan kebagian kamar mandi dan halaman masjid.
Warga sangat bersyukur dan senang dengan adanya kegiatan bersih-bersih desa ini, dimulai dari kegiatan bersih-bersih masjid sampai dengan bersih-bersih tempat pembuangan sampah yang diusulkan dan dilaksanakan oleh peserta KKN, warga juga sangat antusias bergotong royong membantu membersihkan bersama, bahkan mereka dibuat sadar bahwa dengan adanya kegiatan seperti ini sangat diperlukan dan sangat penting harus diperhatikan untuk tetap menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah serta terjaganya lingkungan yang bersih dan sehat Desa Banyusangka. Masyarakat sangat mengharapkan program seperti ini perlu dilaksanakan minimal setiap satu bulan sekali, sehingga kita perlu bekerjasama dengan ta’mir masjid dan aparatur desa untuk mensosialisasikan program ini kepada warga masyarakat Desa Banyusangka secara keseluruhan, agar seluruh warga mengetahui adanya kegiatan bersih-bersih desa ini serta meningkatkan kesadaran dan keperdulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan desa yang mereka tinggali.