Sejarah Desa Banyusangka

Banyusangka merupakan desa yang berada pada naungan kecamatan Tanjung bumi, desa ini bersahabat dengan pesisir, sumber penghasilannya pun bergantung dari laut, awal nama desa Banyusangka berawal dari sebuah awak perahu layar yang sedang kekurangan air untuk minum. Kemudian awak perahu layar tersebut sudah berlabuh ke beberapa pulau untuk mencari air tawar tetapi tidak mendapatkannya.

Study Club IT

Pembelajaran IT ini kami laksanakan di SDN Banyusangka 1 setiap hari Rabu atau satu Minggu sekali. Dengan adanya pembelajaran ini diharapkan siswa dapat memahami dasar perangkat keras dari komputer dan mampu mengoperasikan Microsoft Word.

Sarana dan Prasarana Untuk Nelayan

Sebagai desa yang berada di pesisir laut, mata pencaharian nelayan adalah hal yang sangatlah wajar. Dengan demikian sarana dan prasarana untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan beberapa fasilitas penunjang unutk nelayan. Desa banyusangka juga termasuk salah satu pemasok ikan terbesar di Kabupaten Bangkalan. Beberapa fasilitas yang menunjang untuk ketentraman nelayan antara lain TPI , SPBU AKR dan pelabuhan pendaratan ikan tipe D.

Monday, February 5, 2018

Uniknya Kerajinan Hasil Laut



        Desa Banyusangka adalah desa yang berada dekat dengan laut atau terletak di pesisir laut. Di pinggir laut biasanya banyak kita jumpai berbagai macam hasil laut misalnya keong, kerang, karang laut, dan lain sebagainya yang bentuknya unik-unik. Dari berbagai hasil laut ini bisa kita manfaatkan untuk membuat berbagai macam kerajinan yang unik. 
      Kerajinan hasil laut merupakan salah satu jenis kerajinan unik dengan aneka  bentuk yang cantik dan unik. kerajinan hasil laut dapat dibuat dengan berbagai macam hasil laut kemudian dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi kerajinan unik dengan nilai seni tinggi. Bahan-bahan dari laut seperti cangkang kerang dan keong dapat dijadikan berbagai macam kerajinan seperti bross, bingkai foto, hiasan dinding, kalung, gelang, bingkai cermin, bingkai jam dinding, kaligrafi, dan lain sebagainya tergantung dari kreatifitas pembuatnya. Membuat kerajinan dari hasil laut ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah dalam pembelajaran Seni Budaya, agar siswa-siswi dapat lebih kreatif lagi memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya, terutama yang lingkungannya berada di pesisir laut yang kaya akan hasil lautnya salah satunya desa Banyusangka.

Thursday, February 1, 2018

Ikan Asin Varian Rasa dan Nugget Tongkol


     Hasil laut yang melimpah merupakan salah satu potensi terbesar yang dimiliki oleh desa Banyusangka kecamatan Tanjung Bumi. Hasil perikanan di desa Banyusangka berupa ikan pindang, kunir, tongkol, salam dan lain sebagainya. Sehingga di desa Banyusangka memiliki tempat pelelangan ikan yang biasa disebut oleh masyarakat setempat yakni “TPI”. Tempat tersebut menjadi tempat penampungan ikan terbesar didaerah Bangkalan.
     Ikan-ikan dari hasil laut desa Banyusangka umumnya dijual keluar desa dan diolah menjadi produk panganan seperti petis, ikan asin, dan pempek. Ikan di desa ini umumnya juga dijadikan lauk pauk untuk warga desa Banyusangka.
     Olahan-olahan panganan ikan tersebut terkesan umum di masyarakat dan kurang menarik dari segi pengemasan. Serta untuk pemasaran kurang meluas sampai keluar desa Banyusangka. Berdasarkan hal tersebut kami berinisiatif untuk membuat ikan asin yang sedikit berbeda dari biasanya yang hanya menggunakan garam, disini kami membuat ikan asin dengan bumbu-bumbu dapur untuk menghasilkan cita rasa yang lebih enak. Produk ini kami beri nama Ikan Asin Varian Rasa, varian rasanya yaitu original dan pedas.
Adapun bahan-bahan dan langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut:
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
  • 15 ekor Ikan
  • 4 siung Bawang Putih
  • 4 siung Bawang Merah
  • Garam secukupnya
  • Merica secukupnya
  • Kunyit secukupnya
  • 7 biji Cabe rawit (khusus yang varian pedas)
Langkah-Langkah Pembuatan:
  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan ikan asin varian rasa
  2. Siapkan ikan, kemudian ikan dibelah menjadi dua bagian
  3. Bersihkan bagian dalam ikan yang telah dibelah
  4. Cucilah ikan hingga bersih
  5. Siapkan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, garam, merica, dan kunyit
  6. Tumbuk rempah-rempah tersebut hingga halus
  7. Balurkan rempah-rempah yang sudah halus ke ikan yang telah dicuci bersih
  8. Untuk ikan varian pedas, tambahkan cabe rawit ke dalam rempah-rempah yang telah dihaluskan, kemudian balurkan ke ikan
  9. Jemur ikan yang sudah dibaluri dengan rempah-rempah di bawah terik matahari selama 3-5 hari
  10. Masukan ikan yang sudah kering ke dalam kemasan.

     Selain membuat ikan asin varian rasa, kami juga membuat produk lain yaitu Nugget Ikan. Nugget ikan ini dapat dibuat dari semua jenis ikan, akan tetapi disini kami membuat nugget dengan bahan utamanya ikan tongkol. Adapun bahan-bahan dan langkah-langkah pembuatannya yaitu sebagai berikut:
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
  • ¼ ikan tongkol
  • 100 g  tepung terigu
  • 2 sdm tepung tapioka
  • 3 butir telur
  • 2 daun bawang
  • 2 biji wortel
  • 5 siung bawang putih
  • ½ sdm garam
  • Penyedap rasa
  • Tepung panir secukupnya
  • Merica secukupnya
  • ¼ minyak goreng

Langkah-Langkah Pembuatan:
  1. Cuci ikan tongkol
  2. Masukkan ikan tongkol ke dalam dandang, kemudian kukus ikan selama 20-30 menit
  3. Pisahkan daging ikan tongkol dari durinya
  4. Tumbuk daging ikan sampai halus
  5. Cincang daun bawang dan wortel
  6. Tumbuk bawang putih dan merica sampai halus
  7. Campurkan daging ikan, daun bawang, wortel, bumbu halus, tepung terigu, tepung tapioka, 2 butir telur, dan  penyedap rasa hingga merata
  8. Masukkan semua adonan ke dalam loyang dan kukus selama kurang lebih 15-20 menit
  9. Dinginkan adonan yang sudah dikukus, kemudian cetak/iris adonan sesuai selera
  10. Celupkan adonan yang sudah dicetak ke dalam telur dan baluri dengan tepung panir
  11. Goreng adonan hingga berwarna kecoklatan (matang)
  12. Masukkan nugget ke dalam kemasan.

      Dari pembuatan olahan ikan asin varian rasa dan nugget tongkol ini diharapkan dapat menumbuhkan minat ibu-ibu serta masyarakat desa Banyusangka untuk lebih kreatif dan inovatif lagi dalam mengolah ikan-ikan yang melimpah di desa Banyusangka agar bernilai jual tinggi dan dapat meningkatkan perekonomian desa Banyusangka.




Study Club IT


Teknologi dan informasi berkembang pesat sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu kita dituntut untuk mengetahui dan bahkan bisa menggunakan teknologi seperti komputer. Saat ini teknologi tidak hanya digunakan pada usia dewasa namun usia dinipun dapat menggunakannya. Salah satunya pada siswa sekolah dasar yang bisa menggunakan komputer. Mereka bisa menggunakan atau mengoperasikan komputer namun tidak mengetahui fungsi dan manfaatnya. Oleh karena itu, mengenalkan dasar-dasar komputer pada siswa sekolah dasar akan memberikan pengetahuan tentang teknologi komputer, selain itu untuk memberikan pengetahuan tentang komputer untuk menuju pendidikan pada jenjang selanjutnya. Pembelajaran IT ini kami laksanakan di SDN Banyusangka 1 setiap hari Rabu atau satu Minggu sekali. Dengan adanya pembelajaran ini diharapkan siswa dapat memahami dasar perangkat keras dari komputer dan mampu mengoperasikan Microsoft Word.